SELAMAT DATANG DIBLOG SAYA MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN
Kesehatan Gigi: 2019

Selasa, 17 Desember 2019

Memanfaat kan Media Boneka Gigi Untuk?

Menfaatkan Media Boneka Gigi untuk Meningkatkan Kesehatan gigi agar mendukung percepatan pembangunan kesehatan


Salah satu cara meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut adalah melalui proses pendidikan. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Pengetahuan yang kurang mengenai kebesihan gigi dan mulut merupakan salah satu penyebab anak mengabaikan masalah kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak kelompok sekolah perlu mendapatkan perhatian khusu sebab pada anak  Pra sekolah, sedang mengalami proses tumbuh kembang. Keadaan gigi sebelumnya akan berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan gigi pada usia dewasa nanti. Oleh sebab itu diperlukan adanya tindakan pendidikan kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Salah satu upaya pemeliharaan kesehatan gigi yang cukup efektif yaitu dengan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut terutama bagi anak.  Pendidikan kesehatan gigi yang cocok untuk anak pra sekolah yaitu berubah permainan yang ada suaranya untuk itu saya tertarik untuk membuat smart boneka gigi .


Boneka merupakan benda tiruan dari bentuk manusia ataupun binatang. Smart bonegi merupakan produk yang menggabungkan gabungan boneka, video dan suara yang dikemas dengan konsep keasyikan bermain boneka, membaca buku bergambar, dan mendengarkan tata cara menggosok gigi. Sehingga produk ini akan mewarnai psikologi perkembangan anak, dalam memaksimalkan panca indera nya : melihat, meraba, dan mendengar. Sekaligus yang mampu menstimulasi kecerdasan majemuknya tentang kesehatan gigi dan mulut. Smart bonegi memadukan ke perangkat pendidikan, hiburan, dan permainan kombinasi buku, boneka dan suara yang sangat cocok untuk digunakan bersama anak-anak. Suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan.
diharapkan Smart Boneka Gigi ini dapat meningkatkan Kesehatan gigi agar mendukung percepatan pembangunan kesehatan


IUARAN NAIK BPJS Janjikan Tiga Perbaikan!







Kenaikan iuran BPJS Kesehatan telah resmi diteken Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpers No 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pada 24 Oktober lalu. Pada Pasal 34 Perpres tersebut disebutkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga 100%. Kelas I dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, Kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000, Kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.
.
.
Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini tentu menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Respons masyarakat rata-rata keberatan dengan kenaikan yang akan dimulai pada 1 Januari 2020 mendatang ini. Publik menyandingkan kualitas pelayanan yang dinilai masih banyak masalah dengan rencana kenaikan iuran hingga 100 persen tersebut

JANJI BPJS ada 3 yaitu:  
BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit mitra BPJS seiring kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Januari 2020 mendatang BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit mitra BPJS seiring kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Januari 2020 mendatang sistem antrean, transparansi ketersediaan tempat tidur rawat inap, dan layanan hemodialisa atau cuci darah untuk pasien penyakit ginjal dengan menggunakan sidik jari

Stunting Itu Apa?

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. 


Stunting merupakan persoalan pelik. Berbeda dengan masalah lain, stunting bersifat multidimensional. Bukan hanya kemiskinan dan akses terhadap pangan, tetapi stunting juga terkait dengan pola asuh dan pemberian makan pada balita. Dampaknya terhadap negara pun beragam. Mulai dari kesehatan, hingga obesitas dan diabetes melitus penduduk yang meningkat (Riskesdas 2018).


Menurut  data organisasi kesehatan dunia WHO, Indonesia berada pada urutan ketiga negara dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017, dengan angka 36,4 persen. Namun, pada 2018 data yang dirilis Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angkanya terus menurun hingga 23,6 persen. Dari data yang sama, diketahui pula stunting pada balita di Indonesia pun turun menjadi 30,8 persen. Adapun pada Riskesdas 2013, stunting balita mencapai 37,2 persen.

Penyebab Stunting

Situs Adoption Nutrition menyebutkan, stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa atau semua faktor-faktor berikut:

1. Kurang gizi kronis dalam waktu lama
2. Retardasi pertumbuhan intrauterine
3. Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori
4. Perubahan hormon yang dipicu oleh stres
5. Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak.




x
Mencegah Stunting
Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah selama kehamilan dan dua tahun
pertama kehidupan. Stunting di awal kehidupan akan berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa.

Untuk mengatasi masalah stunting ini Kementerian Kesehatan dengan dukungan Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-I), melalui Program Hibah Compact Millennium Challenge Corporation (MCC) melakukan Kampanye Gizi Nasional Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM).

Salah satu intervensi dalam program PKGM adalah tentang perubahan prilaku masyarakat, yang dilakukan dalam program Kampanye Gizi Nasional (KGN).

Program KGN di wilayah OKI dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh, seperti melakukan aktifasi posyandu-posyandu dan pemberian pengetahuan tentang gizi anak, mulai dari makanan apa saja yang boleh untuk bayi di atas enam bulan, bagaimana tekstur yang baik, berapa banyak yang harus diberikan, termasuk pengetahuan pentingnya ASI eksklusif.



Referensi
https://beritagar.id/artikel/berita/angka-stunting-turun-tapi-belum-standar-who
https://lifestyle.kompas.com/read/2017/02/08/100300123/mengenal.stunting.dan.efeknya.pada.pertumbuhan.anak?page=all

My Hobby? What??

apa itu Hobi???
.
Sebelum membahas tentang hobi saya apa saya akan berbagi sedikit ilmu tentang
Hobi adalah Suatu kesukaan yang di lakukan secara suka rela,tanpa paksaan dan tanpa mengeluh di kemudian hari. Seperti kebahagian yang tak ternilai saat melakukan suatu hobi.
.
hobi saya adalah 
memasak
.
Seorang ibu memasak adalah hal yang harus dilakukan pada setiap hari nya  dan untuk saya pribadi memasak hal yang menyenangkan dan bisa dikatakan itu adalah hobi banyak masakan yang sudah saya kreasikan
Mie ayam Pangsit

Kue engkak asli dari Sumatera Selatan

Kue Ulang Tahun

Orderan Hari Raya Bolu khas Palembang (Bolu lapan Jam, Lapis legit, Matsuba)

Usaha Ayam Geprek

Pizza


Pempek khas palembang

Pesanan Catringan
Dan terbukti dari hobi saya memasak tersebut dapat menghasilkan uang
ini buktinya:




Rikah82 Blog : Perkenalan Diri

Assalamu'alaikum Sahabat Blogger :)

Bagaimana kabar kalian hari ini ? Semoga baik-baik saja ya dan selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin ya rabbal a'alamin.
dikarenakan ada pepatah bilang "Tak Kenal Maka Tak Sayang"
maka saya pada postingan kali ini akan mempekenalkan diri terlebih dahulu
sebelum saya pekenalan lihat poto saya terlebih dahulu... hehehe



Nama saya Rikah Aryanti saya terapis gigi dan mulut yang berkerja di puskesmas Sembawa kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, lahir tanggal tanggal 27 agustus 1982, alamat Perum Griya Citra Sukamoro Blok I.5 , Untuk hobby saya . saya akan post pada postingan selanjutnya cekidott...



Sekian perkenalan singkat diri saya ya sahabat, selamat bergabung di blog saya dan semoga bermanfaat !
.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb :)

Upaya Untuk mendukung isu pembangunan kesehatan gigi


"Melalui Puskesmas dan Personal Hygiene"

1. Melalui Puskesmas


Menurut Departemen Kesehatan, Pukesmas merupakan suatu unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Upaya puskesmas salah satunya yaitu meningkatkan kesehatan gigi dan mulut di masyarakat.Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas meliputi upaya promotif, prevntif dan kuratif

Kegiatan kesehatan gigi dan mulut yang ada dipuskesmas :

a. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam gedung puskesmas
Kegiatan yang dilakukan di dalam gedung puskesmas (Bp gigi) yaitu pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut di bidang promotif, preventif kuratif dan lain lain.
b. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut diluar Gedung meliputi :
Usaha Kegiatan Gigi Sekolah (UKGS) :
  • Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
  • Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut
  • Plak kontrol
  • Sikat gigi bersama
  • Rujukan ke Bp gigi
  • Pelatihan dokter kecil
  • Pelporan
  • Lomba gigi sehat
Posyandu / Usaha Kesehtan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD) :
  • Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
  • Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut
  • Rujukan ke Bp gigi
  • Pelatihan kader kesehatan gigi
  • Pelaporan
2. Melalui Personal Hygiene

Melalui Personal Hygiene diri sendiri juga merupakan upaya untuk mendukung isu pembangunan kesehatan gigi adapun langkah-langkahnya yakni:

Langkah 1: Makan sehat adalah langkah pertama yang harus Anda ambil dan meminta anak-anak Anda (jika Anda orang tua) untuk mengambil juga. Sebagai aturan, hindari makanan manis (terutama mereka yang lengket). Makanan ini cenderung untuk mendapatkan akumulasi di antara gigi dan gusi dan menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri enamel terkikis. Hasil dari hal ini adalah rongga yang tampak jelek dan bisa menyakitkan juga.
Makanlah makanan yang kaya kalsium dan mineral lainnya. Ini membantu dalam merawat gigi Anda. Hindari makanan seperti kopi hitam atau teh hitam. Mereka mengandung florinasi yang bisa menyebabkan hilangnya fluoride dari gigi. Juga menghindari alkohol dan minuman berkarbonasi.

Langkah 2: Kembangkan kebiasaan menjaga kebersihan mulut. Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara, dengan secara teratur menyikat gigi dua kali sehari dan flossing dengan sehabis makan. Juga, mengadopsi kebiasaan menggosok gigi dengan benar. Metode yang tepat untuk menyikat gigi adalah dalam gerakan naik-turun (dan bukan ke samping). Selanjutnya, gunakan obat kumur untuk benang gigi dan selalu menggunakan pasta gigi yang memiliki fluoride di dalamnya.

Langkah 3: Melakukan perawatan gigi Anda sendiri. Carilah tanda-tanda untuk rongga, terluka, gusi yang rusak atau berdarah, kepekaan terhadap hal-hal yang panas atau dingin, dan bau mulut. Jika Anda menemukan tanda-tanda maka yang terbaik untuk segera melihat dokter gigi. Kunjungan ini tepat waktu ke dokter gigi dapat menyimpan banyak rasa sakit dan uang.

Langkah 4: Melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi. Dokter adalah orang terbaik untuk menilai keberhasilan langkah-langkah yang diambil oleh Anda. Jika hal-hal yang tidak bekerja maka langkah-langkah yang memadai dapat diadopsi oleh dia untuk menghentikan kebusukan dalam mulut Anda. Kunjungan setiap enam bulan dianggap baik untuk remaja dan orang dewasa. Selanjutnya, anak-anak, 1 tahun dan di atas harus dibawa ke dokter gigi setiap enam bulan.

Langkah 5: Keluar dari kebiasaan Merokok: Merokok atau mengunyah tembakau berbahaya tidak hanya bagi paru-paru tetapi juga untuk mulut juga. Tembakau dalam mendapatkan akumulasi nikotin di antara gigi dan memungkinkan berkembang biak bakteri berbahaya. Dalam konsumsi tembakau kasus yang ekstrim dapat mengakibatkan kanker mulut juga.




Referensi: https://de.slideshare.net/alunand350/program-kesehatan-gigi

Departemen Kesehatan RI, Puskesmas.Pedoman Paket Dasar Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Di Puskesmas, Sardjono Bambang dkk, Jakarta, Kementrian Kesehatan RI 2012.

Profil Kesehatan gigi

Profil Kesehatan gigi di puskesmas Sembawa Sumatera Selatan
"Puskesmas Sembawa Tingkatkan Kepedulian akan Kesehatan Gigi dan Mulut"



Senin 12/08/2019, Puskesmas Sembawa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera selatan melaksanakan serangkaian acara penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, sikat gigi masal dan periksa gigi di SDN 17 Sembawa. Kegiatan ini diselenggarakan oleh penangung jawab program UKGS Puskesmas Sembawa . Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa 




Selaku narasumber, menyampaikan materi penyuluhan yakni Wahyu Aji, A.MKG petugas puskesmas Sembawa didampingi oleh Willyati, A.Md.Kes, dalam hal ini narasumber menyampaikan  cara memelihara kesehatan gigi dan mulut kepada siswa. Semua Siswa sangat atusias mengikuti kegiatan karena mereka diajak mempraktekkan cara menggosok gigi dengan baik dan benar.



Harapan kami selaku tenaga kesehatan gigi dan mulut semoga bisa kita laksanakan disemua sekolah di wilayah kerja Puskemas Sembawa, sehingga meningkatnya derajat kesehatan gigi pada anak usia sekolah khususnya diSembawa untuk mendukung target nasional Indonesia yaitu Indonesia bebas
karies 2030


Selasa, 12 November 2019

Personal Hygiene


Pengertian Personal Hygiene

Hygiene berasal dari bahasa Yunani yang berarti sehat
Personal berarti individu atau perseorangan
Personal Hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis



Tujuan Personal Hygiene
  • Meningkatkan derajat kesehatan
  • Memlihara kebersihan diri
  • Memperbaiki Personal Hygiene
  • Pencegahan penyakit
  • Meningkatkan percaya diri
  • Menciptakan keindahan



Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Personal Hygiene
       Body Image
       Aktivitas Sosial
       Status Sosial Ekonomi
       Pengetahuan
       Budaya
       Kebiasaan Seseorang
       Kondisi Fisik

Pengkajian Oral Hygiene
•         Pengkajian perawat pada klien dimulai dari bibir, gigi, mucosa, gusi, langit2 dan lidah
•         Perhatikan texture, hidrasi, warna dan adanya luka
•         Perabaan adanya nyeri oleh peradangan gusi atau gangguan pada gigi
          Klien yang tidak teratur oral hygiene dapat di karenakan karies gigi, halitosis, 
          peradangan pada gusi

Masalah-masalah Kesehatan Gigi
Karies Gigi
Periodondal diseases
Halitosis
Stomatitis
Glosistis
ginggivitis

Atraumatic Restorative Treament


Atraumatic Restorative Treament /ART 
merupakan suatu pembuangan jaringan gigi yang terkena karies, dengan menggunakan instrumen tangan saja serta penambalan kavitas dengan bahan tambal adhesif.


Prinsip Utama ART
Jaringan karies dibuang dengan instrumen tangan saja
Gigi ditambal dengan bahan tambalan yang melekat erat pada gigi


Indikasi ART
  • Karies dini yaitu karies mencapai email dan dentin yang dapat dijangkau dengan instrumen ART
  • Pit dan fissure yang dalam
  • Kerusakan / lesi pada cervical gigi


Kontra Indikasi ART
  • Gigi dengan karies dalam :
  • Pulpitis
  • Gigi gangraen
  • Bengkak
  • Fistula
  • Approximal yg tdk dpt dicapai dgn instrumen tangan

Klasifikasi Baru Karies Gigi
Menurut Dr Mount dan Dr Hume ; berdasarkan asumsi bahwa hanya ada 3 daerah tempat akumulasi plak yang menyebabkan terjadinya karies :
Pit dan fissure pada bidang occlusal
Approximal (kontak antara 2 gigi) depan/belakang
Karies/lesi didaerah cervical/gingival 

Menggosok Gigi


Menurut Tomasowa (1981) menggosok gigi
adalah menghilangkan kotoran dari permukaan gigi yang tujuannya
untuk mencegah penumpukan kotoran pada permukaan gigi menggunakan alat sikat gigi dan pasta  gigi




Alat dan Bahan Menggosok Gigi

  • Sikat Gigi
  • Pasta Gigi
  • Gelas Kumur
  • Air
  • Obat Kumur Jika diperlukan






Kriteria Sikat Gigi Yang Baik
     Ukuran sikat sesuai dengan ukuran rongga mulut
     Bulu sikat dengan tingkat kekerasan medium
     Panjang kepala sikat gigi untuk orang dewasa adalah 2,5 cm 
     dan untuk anak-anak 1,5 cm
     Bentuk kepala sikat oval
     Gagang sikat nyaman dipegang dan tidak licin

Waktu Yang tepat Menggosok gigi yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur

Akibat dari tidak menggosok gigi:
  • Gigi berlubang
  • Bau mulut
  • Karang gigi
  • Gusi berdarah
  • Pembengkakan

Karies Gigi

Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur jaringan keras gigi Penyakit ini ditandai dengan gigi berlubang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, kematian saraf gigi (nekrose) dan infeksi periapikal dan infeksi sistemik yang bisa membahayakan penderita, dan bahkan bisa berakibat kematian. 

Karies Gigi
             
Proses Terjadinya Lubang Gigi

         Plak pada gigi, Karbohidrat, Mikroorganisme, dan asam gigi berperan dalam proses terjadinya karies gigi, Dalam keadaan normal di dalam mulut terdapat bakteri dari sejumlah kecil sisa makanan, terutama gula dan   karbohidrat yang tertinggal pada tempat-tempat tertentu pada gigi, oleh bakteri sisa makanan tersebut akan diubah menjadi asam melalui fermentasi.          
              Asam terus diproduksi oleh bakteri dan akhirnya merusak struktur gigi sedikit   demi sedikit. Asam yang terbentuk dapat mengikis email. Bakteri asam, sisa      makanan, serta protein saliva bergabung membentuk bahan lengket dan  melekat pada gigi , Kemudia bakteri dan plak mulai bekerja 20 menit setelah  makan.

            Asam yang diproduksi dalam plak terus merusak lapisan email gigi.      Kemudian bakteri akan mengikuti jalan yang sudah di bentuk oleh asam dan   menginfeksi lapisan berikutnya, yaitu dentin. Jika tidak dirawat, proses ini  terus berjalan sehingga lubang akan semakin dalam. Karies gigi biasanya belum menimbulkan keluhan sakit kecuali telah mencapai bagian pulpa gigi, karena pulpa penuh dengan pembuluh darah dan pembuluh saraf akibat terinfeksi, maka akan timbuk rasa sakit yang terus menerus.

Akibat dari Lubang Gigi
  • Bau mulut
  • Terasa ngilu bila terkena makanan yang panas atau dingin, asam dan manis
  • Tidak bisa tidur atau aktivitas sehari-hari terganggu.
  • Keadaan yang parah, kalau tidak dicabut menyebabkan gusi bengkak, terdapat nanah
  • Hilangnya gigi adalah salah satu penyebab cacatnya fungsi kunyah.
  • Penyakit pada organ lain : penyakit jantung koroner, peradangan otot, penyakit katup jantung, penyakit ginjal, penyakit mata, penyakit kulit.